Khasiat Daun Katuk

daun-katukTanaman katuk mempunyai banyak khasiat dalam kehidupan sehari-hari sehingga dikatakan bersifat multi-khasiat. Beberapa khasiat daun katuk adalah sebagai berikut :

Sebagai sumber gigi

Produk utama tanaman katuk berupa daun yang masih muda (pucuk). Pucuk katuk sangat potensial sebagai sumber gizi karena memiliki kandungan gizi yang setara dengan daun singkongm daun papaya, dan sayuran lainnya.

Daun katuk kaya akan vitamin A. Kebutuhan vitamin A dipengaruhi oleh pertumbuhan, berat badan, dan umur. Meskipun demikian WHO dan FAO menganjurkan konsumsi vitamin A sebesar 12 mikrogram/ berat badan untuk setiap orang dewasa, satu microgram karoten (provitamin A) adalah sama dengan satu satuan Internasional (SI) aktivitas vitamin A.

Dikalangan masyarakat masih banyak ditemukan masalah gizi, termasuk masalah kekurangan vitamin A. Dalam jangka pendek, kekurangan vitamin A dapat diatasi dengan pemberian pake kapsul vitamin A dosis tinggi (200.000 SI). Namun, penanggulangan jangka panjang memerlukan penyuluhan secara imtensitif dan meluas tentang pemanfaatan pekarangan sebagai sumber vitamin A (dengan sayuran hijau, antara lain adalah tanaman katuk).

Sebagai tanaman obat

Tanaman katuk mengandung beberapa senyawa kimia, antara lain alkaloid papaverin, protein, lemak, vitamin, mineral, saponin, flavonoid, dan tannin. Beberapa senyawa kimia yang terdapat dalam tanaman katuk diketahui berkhasiat obat.

Salah satu khasiat daun  katuk yang telah diketahui masyarakat adalah untuk melancarkan Air Susu Ibu (ASI). Cara sederhana melancatkan ASI adalah dengan mengonsumsi daun katuk sebagai lalap atau sayuran. Cara lain yang dapat dilakukan adalah menyiapkan 300 g daun katuk segar, kemudian direbus dengan 1 ½ gelaqs air selama 15 menit. SSetelah dingin, air rebusan disaring dan diminum .

Dalam perkembangan selanjutnya,dibuat ekstrak daun katuk dalam bentuk pil bulat sebesar kelereng kecil sebagai obat untuk melancarkan ASI.

Wahana bisnis

Khasiat daun katuk lainnya adalah untuk proses pengembangan budi daya  tanaman katuk secara intensifdi lahan pekarangan dan dikebun khusus cukup cerah. Salah satu sentrum pertanaman dan produsen daun katuk sebagai bahan sayur dan lalap adalah desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogir, Provinsi  Jawa Barat.

Pewarna makanan

Masyarakat dipedesaan telah lama memanfaatkan daun katuk sebagai pewarna makanan, misalnya pewarna tape ketan. Pemanfaatan daun katuk sebagai pewarna makanan dilakukan dengan cara sebagai berikut daun katuk diektraksi atau diperas untuk diambil sarinya (berwarna hijau), kemudian digunakan sebagai pencampur atau pelarut beras ketan bahan tape. Pewarna alami dari sari daun katuk tidak membahayakan konsumen.

Tanaman katuk dapat ditanam dipekarangan sekitar rumah,  caranya cangkul tanah sampai gembur dan biarkan selama sekitar 2 minggu. Buatlah bedengan-bedengan dan tambahkan pupuk kandang sebbanyak 2 kg/m2. Sementara itu, siapkan bibir dari setek batang sebagai bahan tanam. Pilih batang yang sehat dan potong-potong menjadi 30-40 cm, dan bersihkan daunnya. Bila memungkinkan, olesi hormone seperyi Rootone untuk mempercepat pertumbuhan akarnya. Selanjutnya, tancapkan setej pada tanah bedengan degan kedalaman 5-10 cm dan jarak tanam 20 x 20 cm. Padatkan tanah di sekeliling pangkal setek, lalu siram sampai cukup basah. Setelah berumur sebulan, beri pupuk urea sebanyak setengah sendok makan pertanaman. Selanjutnya, setiap sebulan sekali lakukan pemupukan ulang dengan setengah sendok makan urea ditambah seperempat sendok makan KCI  pertanaman. Dengan demikian daun akan tumbuh subur, menghijau dan segar. Pada umur 4 bulan setelah tanam, daun sudah bisa dipetik. Pemetikan berikutnya bisa dilakukan setiap sebulan sekali.

 


=====================================

>>> Kapsul Daun Katuk Untuk Membantu Melancarkan dan Memperbanyak Jumlah ASI, Mencegah Osteoporosis, Meningkatkan Vitalitas Pria & Mengobati Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Daun Katuk and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>